Koneksi Antar Materi Modul 2.1


          

                                                             


 Oleh : Kurnia Kujum, S.Pd

  CGP Angkatan 6 Kab. Subang


    Pada dasarnya setiap anak mempunyai keunikan pribadi masing masing. Selain memupunyai keunikan masing-masing anak anak juga mempunyai minat dan bakat yang berbeda beda. Menurut Kihajar Dewantara bahwa guru hanya sebagai penuntun anak dalam mengembangkan keunikan sesauai bakat dan minat yang ada pada dirinya senidiri. begitu juga dalam pembelajaran kita sebagai guru di tuntut untuk menjadi pribadi yang dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya, guru di dalam kelas harus mampu mengembangkan kemampuannya dalam mengolah pembelajaran supaya peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan dapat menyerap pelajaran dengan baik. Maka dari itu guru di dalam kelas mampu melakukan pembelajaran berdiferensiasi.

    Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu murid. Menurut Tomlinson (1999:14). Pembelajaran berdeferensiasi merupakan sebuah keputusan masuk akal yang diambil oleh guru dengan berorientasikan pada kebutuhan murid. Pembelajaran berdeferensiasi memiliki tujuan pembelajaran yang disusun secara jelas, dimana tujuan tersebut perlu difahami oleh guru maupun murid. Guru merespon semua kebutuhan murid, sehingga mereka dapat terlayani. Pembelajaran berdeferensiasi juga mampu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi murid sehingga mampu mengundang murid untuk belajar dan bekerja keras. Serta memiliki managemen kelas yang efektif, dan penilaian yang berkelanjutan. 

    Bagaimana kita dapat melaksankan pembelajaran yang berdeferensiasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal? Untuk menjawab pertanyaan tersebut akan lebih baik jika kita memahami strategi pembelajaran berdeferensiasi. Strategi pembelajaran berdeferensiasi ada 3, yaitu pembelajaran berdeferensiasi konten, pembelajaran berdeferensi proses dan pembelajaran diferensiasi produk.   

Langkah- langkah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi:
1)  Menentukan Tujuan Pembelajaran
2)  Melakukan Pemetaan kbutuhan Belajar dengan cara Assesment Diagnostik
3)  Menentukan Strategi Pembelajaran Diferensisi ( Konten,Proses dan produk)
4)  Menentukan Alat Penilaiannya
5)  Mengimplementasikan Pembelajaran Diferensiasi
6)  Melakukan Assesmen Pembelajaran Diferensiasi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan 
     kebutuhan murid

    Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modu lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.
Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dengan cara :
a)  Memetakan terlebih dahulu kebutuhan murid (kesiapan belajar murid, minat dan profil 
     belajar murid)
b)  Menerapkan 3 strategi pembelajaran diferensiasi (konten, proses dan produk)
c)  Melakukan Assesment secara berkelanjutan baik assesment diagnostik, formatif, sumatif 
     berdasarkan strategi diferensiasi yang di pilih.

    Pembelajaran deferensiasi dapat berjalan dengan hasil yang optimal apabila kita pada tahap awal melakukan assesmen  diagnostic terlebih dahulu. Assesmen diagnostic dapat dilakukan dengan melihat rapor anak pada tingkat terdahulu, membuat angket untuk diisi siswa taupun orang tua, wawancara dengan siswadan guru pada kelas sebelumnya, ataupun dapat juga dengan membuat asesmen pada setiap materi yang akan diajarkan.

        Kaitan pembelajaran diferensiasi dengan filosofi Ki Hajar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak dan Budaya Positif yaitu :

  • Kaitan pembelajaran diferensiasi dengan filosofi KHD yakni Pembelajaran diferensiasi merupakan pembelajaran yang mengutamakan kebutuhan murid hal tersebut sejalan dengan filosofi KHD yang menjelaskan bahwa guru haruslah menghamba kepada murid. Serta pendidikan sejatinya haruslah   berpihak kepada murid sesuai kodrat alam dan zamannya.
  • Kaitan Pembelajarran Diferensiasi dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak yaitu Nilai guru penggerak seperti berpihak kepada murid, reflekstif, inovatif, mandiri, sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang mengharuskan guru membuat pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Selain itu peran guru penggerak mewujudkan kepemimpinan murid erat kaitannya dengan proses pembelajaran diferensiasi yang tujuan nya membentuk murid secara optimal sesuai dengan kebutuhannya.
  • Kaitan Pembelajaran Difersnsiasi dengan Visi Guru Penggerak : Pembelajaran Diferensiasi merupakan sebuah prakarsa perubahan yang di jabarkan dalam BAGJA (Buat pertanaa, Ambil Pelajaran, Gapai Mimpi, Jabarkan Rencana, Atur Eksekusi) yang merupakan contoh visi guru penggerak yaitu melakukan perubahan positif khususnya dalam pembelajaran yang berpihak kepada murid.
  • Kaitan pembelajaran diferensiasi dengan Budaya Positif                                                                  Budaya positif di sekolah dapat terwujud salah satunya dengan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi. sebagaimana kita ketahui bahawa pembelajaran diferensiasi merupakan pembelajaran yang fokus kepada murid. kaitannya dengan kebutuhan dasar yang akan terpenuhi salah satunya dengan pembelajaran diferensiasi. Pembelajaran Diferensiasi akan bermakna dan menyenagkan bagi murid sehingga murid memiliki karakter profil pelajar pancasila. 


  








Komentar